Cara Melunasi Hutang yang Menumpuk

Masa pandemi ini banyak yang kewalahan karena masih harus membayar hutang bersamaan dengan situasi di-PHK, omset menurun, orderan berkurang, otomatis pendapatan juga ikut merosot.

Trus, baimana cara melunasi hutang yang menumpuk?

Okay, tarik nafas dulu... hembuskan...

Mom Eliza bukan pakar melunasi hutang ya!

Saya tertarik dengan topik ini, karena kalau search di Google hasilnya menunjukkan angka yang tidak sedikit. Ini membuktikan banyak yang membutuhkan solusinya.



Saya sempat mencari informasi di YouTube, ketemu sama video Pak Roy Shakti yang berjudul:

KONDISI KRISIS , PERSETAN DENGAN BI CHECKING !!!!! #ROYSHAKTISHARING


Baru dengar intronya ajah, saya sudah tertarik.

Video tersebut hanya berdurasi 17 menit 20 detik. Ngga lama lah ya!



Penjelasannya lugas dan ngga bertele-tele. Bahasanya juga bukan pake istilah yang emak-emak milenial ngga ngerti. Saya ngga ngerti bahasa perbankan, maklum saya drop out dari Fakultas Ekonomi.

Nah, pas saya dengar penjelasan Pak Roy Shakti, pikiran saya jadi kebuka.

Oh, ternyata saat pandemi begini prioritasnya itu soal bertahan hidup, berarti urusan perut keluarga di rumah harus jadi prioritas.

Cicilan ini itu nomor sekian.

Cara Pak Roy Shakti yang gamblang memaparkan apa yang harus diprioritaskan inilah yang menurut saya harus menjadi hal yang utama untuk dipahami mereka yang berkeinginan membayar hutang.

Namanya kasih solusi, sebisa mungkin kita harus membuatnya mudah untuk dipahami. Ada langkah demi langkah yang harus ditempuh. Langkah nomor 1 itu yang harus didahulukan atau dengan kata lain diprioritaskan.

Mengapa demikian?

Karena biasanya orang yang sudah banyak tanggung jawab, ditambah dengan adanya desakan waktu, belum lagi berada di situasi yang serba sulit itu juga bisa membuat dirinya semakin terdesak.

Akhirnya dia tidak bisa memilah mana yang menjadi prioritas. Semakin mumet lah dia.

Saya ngga tau ya, istilah kerennya di bidang psikolog soal beginian. Jadi saya nulisnya begitu ya.

Ini hanya penalaran sayaberdasarkan apa yang saya dengar dari video Pak Roy Shakti soal bagaimana melunasi hutang kartu kredit saat pandemi.

Saya membuat kesimpulan, nih :
1. Prioritaskan cara bertahan hidup dulu. Keluarga kita butuh makan untuk bertahan hidup. Buat apa bayar hutang tapi ngga bisa makan. Ngga bisa makan bakalan sakit, kalau sakitnya menjadi-jadi akan meninggal.

2. Kalau ada aset yang bisa diuangkan, ya segera uangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dulu. Kalau ada lebih silakan melunasi hutang. Tapi lagi-lagi jangan sampai kita dan anggota keluarga kita ngga makan ya.

3. Jangan pernah berhutang lagi hanya untuk membayar hutang. Yakinlah ini hanya akan membuat situasi memburuk.

4. Gaya hidup dirubah pelan-pelan tapi ya emang musti dipaksa berubah. Selain urusan makan sehari-hari (makan yang penting bergizi bukan selera mata) yang lainnya dikurangi bahkan jika mungkin ditiadakan. Misalnya, biasa konsumsi air mineral bermerk, ya udah saatnya minum air isi ulang.

Gengsi ngga bikin kenyang loh ya! Pak Roy Shakti juga bilang begitu.

Kita sendiri yang menjalani hidup, jangan sampai menyusahkan orang lain lagi. Kalau perlu dan kita-nya mampu, kita yang menolong orang lain bukannya menyusahkan, meski di saat susah kaya gini (masa pandemi Covid-19).

Biar makin yakin, coba nonton video-video Pak Roy Shakti yang membahas seputar masalah hutang.

Eits, saya ngga dibayar mah sama Pak Roy Shakti, kenal juga ngga.

Saya hanya senang berbagi informasi yang saya rasa, saya pikir penjelasan Pak Roy Shakti sangat masuk akal.

Semoga rekomendasi video Pak Roy Shakti bisa memotivasi Anda, bahwa setiap problem pasti ada solusinya :)

Yuk, bebas hutang di tahun 2020-2021 dan selamanya!
Previous
Next Post »
0 Komentar